Gerak Vertikal Keatas ? Yuk Pelajari Sekarang !

Jika sebelumnya kita telah belajar tentang Gerak jatuh bebas yang merupakan bagian dari Gerak  Lurus Beraturan dan Gerak Lurus Berubah Beraturan, sekarang kita akan belajar satu gerak dari lagi yang masih termasuk GLBB yaitu gerak vertikal ke atas.

Mengapa gerak ini dikatakan bagian dari GLBB ? Dan apa saja contoh peristiwa yang termasuk gerak vertikal ke atas ? Untuk mengetahuianya, yuk kita simak pembahasannya berikut ini.

Pernahkah kamu melemparkan satu benda lurus ke atas ? Mungkin saja pernah, atau melihat temanmu melakukannya. Itu merupakan salah satu contoh gerak vertikal ke atas yang bisa kita jumpai dalam kehidupan kita sehari – hari.

Tahukah kamu, mengapa benda tersebut bisa bergerak ke atas ? Hal ini terjadi karena adanya gaya dorong yang diberikan, sehingga benda tersebut memiliki kecepatan untuk melesat ke atas.

Pengertian Gerak Vertikal ke Atas

Dari salah satu contoh Gerak Vertikal Keatas yang sudah kita amati diatas, sekarang bisakah kamu mendevinisikan pengertiannya ? Jika kita perhatikan lebih detail, benda yang mengalami gerak vertikal keatas bergerak dari titik terendah menuju titik tertinggi dengan kecepatan awal (Vo).

Salah satu ciri dari gerak ini adalah adanya kecepatan awal yang biasa kita sebut dengan (Vo). Ciri yang lainnya yaitu bergerak berlawanan dengan arah grafitiasi bumi, oleh karena itu besar percepatan grafitasi bernilai negatif ( – g ) dan disebut perlambatan.

Kemudian benda yang kita lempar ke atas akan mencapai titik tertinggi, dalam posisi ini, benda akan diam sejenak. Kemudian jatuh kembali secara bebas atau mengalami gerak jatuh bebas yang sudah kita pelari pada materi yang lalu.

Karena benda dilempar ke atas, berarti benda memiliki ketinggian ( h ), dan untuk menempuhnya dibutuhkan waktu ( t ). Dan perlu diingat, bahwa jika kita gamarkan, lintasan benda yang mengalami gerak vertikal keatas adalah garis lurus vertikal.

Samapi di sini sudah bisa digambarkan ?

Dari penjelasan di atas, bisa kita simpulkan bahwa gerak vertikal ke atas didevinisikan sebagai salah satu Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) yang bergerak ke atas secara vertikal dengan kecepatan awal bernilai ( Vo ) dan mengalami perlambatan sebesar percepatan gravitasi bumi ( a = -g ).

GVA dikatakan salah satu bagian dari GLBB karena tiap gerakannya mengalami perubahan kecepatan. Kecepatannya berubah menjadi semakin kecil seiring bertambahnya ketinggian karena dipengaruhi oleh percepatan gravitasi bumi. Inilah yang menyebabkan GVA termasuk GLBB diperlambat.

Terdapat beberapa konsep yang perlu dimengerti dalam peristiwa gerak vertikal keatas. Apa saja itu :

Saat benda mencapai ketinggian maksimum ( h max) maka Vt = 0 ; karena pada saat ini benda diam.

Konsep ini juga berlaku pada gerak parabola yang akan kita pelajari mendatang. Pada gerak vertikal keatas juga berlaku Energi Mekanik, Energi Potensial, dan Energi Kinetik.

Jadi, pada posisi tertinggi, besar Energi Potensial benda bernilai paling besar. Sedangkan pada posisi terendah, besar Energi Kinetiknya yang paling besar. Disisi lain, Energi Mekanik di setiap titik besarnya sama.

Gambar Gerak Vertikal ke Atas

gambar gerak vertikal keatas

Agar lebih paham lagi tentang konsep ini, mari kita perhatikan sejenak gambar diatas. Pada saat benda dilemparkan ke atas secara vertikal, besar kecepatan awalnya sebesar ( Vo ). Kemudian, kecepatannya semakin kecil (diperlambat) menjadi (  Vt ). Hingga akhirnya diam atau = 0, pada titik tertinggi ( h max ).

Rumus Gerak Vertikal ke Atas

Seperti biasa, peristiwa yang kita pelajari dalam Fisika, akan sulit apabila tidak kita tidak menggunakan rumus untuk menjadikannya lebih gamblang. Namun demikian, kalian tidak perlu merumsukan sendiri persamaan yang berlaku dalam gerak ini.

rumus dalam gerak vertikal keatas

Keterangan :

  • h = Perpindahan atau ketinggian benda
  • Vt = Kecepatan setelah bergerak selama t detik
  • h max = Ketinggian maksimum
  • t max= waktu yang diperlukan untuk mencapai titik tertinggi (h max)

Grafik Gerak Vertikal ke Atas

grafik gerak vertikal ke atas

Dari hubungan besaran – besaran pada rumus diatas, bisa kita buat beberapa grafik hubungan diantaranya grafik di atas. Gambar grafik tersebut menunjukkan hubungan ketinggian benda dan waktu yang dibutuhkan.

Kalau kita perhatikan, garisnya tidak lurus linear, melainkan melengkung atau sering disebut exponensial. Hal ini karena dalam rumus terdapat nilai kuadrat.

Namun intinya adalah, bahwa ketinggian maksimum dicapai dengan kecepatan yang tidak tetap melainakn semakin melambat. Karena itu grafiknya melengkung.

Gerak Vertikal ke Bawah

Mungkin terbesik di benak kalian, adakah gerak vertikal ke bawah ? Tentu saja ada. Sama seperti gerak jatuh bebas namun terdapat perbedaan yaitu pada kecepatan awal ( Vo ). Pada gerak vertikal ke bawah nilainya ≠ 0. Perbedaan dengan gerak vertikal ke atas hanya terletak pada arahnya yang membuat nilai  ( a = +g )

Contoh Soal Fisika Gerak Vertikal ke Atas

Nggak asik rasanya kalau belajar Fisika tanpa melihat langsung kasus atau permasalahan yang terkait. Untuk itu, yuk perhatikan contoh persoalan dalam materi gerak vertikal ke atas berikut ini.

Seorang siswa melempar bola dengan arah vertikal ke atas. Jika diketahui kecepatan awal sebesar 20 m/s², dan percepatan gravitasi bumi 10 m/s², berapakah tinggi maksimum yang dapat dicapai bola ?

Penyelesaian :

Soal yang sangat mudah sekali, di sini seorang siswa melempar bola ke atas dengan arah vertikal. Berarti ini jelas kasus gerak vertikal ke atas.

Kemudian di sini diketahui kecepatan awal lemparan tersebut yaitu 20 m/s² dan diasumsikan bahwa percepatan grafitasi sebesar 10 m/s².

Maka berapa tinggi maksimal yang dapat dicapai oleh bola tersebut. Jika kita melihat rumus diatas, maka penyelesaiannya seperti ini :

contoh soal gerak vertikal ke atas

Mungkin sampai di sini dulu bahasan gerak vertikal ke atas. Perhatikan konsepnya dan selalu analisa bagaimana persoalan itu terjadi. Lalu simpulkan dengan bahasa yang mudah sehingga kita bisa menggunakan rumus yang tepat. Sekian, semoga bermanfaat !

Leave a Reply